Minggu, 27 Mei 2012

Peluang Usaha Modal Kecil Mie Ayam


Fahrudin kini sudah mempunyai 450 gerobak mi ayam, psadalah awalnya ia hanya penjaja mie ayam gerobak. Saat ini dalam satu hari ia memproduksi 1.000 kilogram mie ayam. Omzetnya sekarang sudah mencapai Rp 300 juta. Pantang menyerah dan kerja keras menjadi moto hidup Fahrudin. Merintis usaha dari nol, ia kini sukses menjadi pengusaha mi ayam keliling di Palembang, Sumatra Selatan.

Fahrudin memulai usaha pembuatan mi pada tahun 1997. Usaha ini dimulainya dari skala kecil dengan modal awal Rp 2,5 juta. Saat itu, ia hanya mengoperasikan dua gerobak mi ayam. Di awal usahanya, ia sudah membuat sendiri mi sajiannya dengan bahan baku utama tepung terigu.

Setelah 15 tahun berjalan, kini bisnis Fahrudin sudah jauh berkembang. Di bawah bendera usaha Mi Ayam Berkah, kini ia memiliki pabrik pembuatan mi berkapasitas 1.000 kilogram/harinya. Sedangkan gerobak mi ayamnya sudah mencapai 450 unit. Gerobak sebanyak itu disewakan kepada para pedagang yang menjadi mitra usahanya. Setiap gerobak membeli mi kepadanya sebanyak 3 kg per hari, dengan harga Rp 10.000 per kg. Setiap satu kg mi bisa menghasilkan 12 mangkuk mi ayam yang dijual di kisaran Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per mangkuk.

Selain kepada pedagang mi ayam yang menjadi mitra, ia juga menjual mi hasil produksinya ke masyarakat umum. Dari usahanya ini, Fahrudin kini bisa mengantongi omzet lebih dari Rp 300 juta per bulan, dengan laba bersih 30%.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar